Sabtu, 27 Oktober 2007

Dirimu bagaikan hiatam didalam putih

Jiwamu bagaikan hama di sawah

Engkau laksana polusi dalam udara

Senyummu seperti api di dalam air


untuk apa kau hadir di sini menemaniku

jika kesesatan yang kau tunjukkan

untuk apa kau mengiring langkahku

jika hanya berikan luka didada


lubang besar kini menghampiriku

cambukan kuda telah ada di kulitku

tingkah lakumu terniang dipikirku

raut wajahmu menelan qolbu


Rabu, 24 Oktober 2007

cinta . . . ?

mereka yang tidak memilikinya menyebutnya sebuah pengharapan

mereka yang bermain dengannya menyebutnya sebuah permainan

mereka yang merasakannya menyebutnya sebuah takdir

mereka yang tidak mengetahuinya menyebutnya sebuah tanggung jawab

mereka yang telah dikhianatinya meneyebutnya sebuah kehancuran

meraka yang mendapatkannya menyebutnya sebuah kesenangan

mereka yang tidak mempercayainya menyebutnya sebuah kebohongan