Dirimu bagaikan hiatam didalam putih
Jiwamu bagaikan hama di sawah
Engkau laksana polusi dalam udara
Senyummu seperti api di dalam air
untuk apa kau hadir di sini menemaniku
jika kesesatan yang kau tunjukkan
untuk apa kau mengiring langkahku
jika hanya berikan luka didada
lubang besar kini menghampiriku
cambukan kuda telah ada di kulitku
tingkah lakumu terniang dipikirku
raut wajahmu menelan qolbu